Nganjuk, expressimedia.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk terus mengintensifkan upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui program pemberian susu PKMK (Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus) kepada balita yang membutuhkan. Program ini merupakan bagian dari intervensi gizi spesifik guna meningkatkan asupan nutrisi anak secara terukur.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, I Ketut Wijayadi, S.ST, menjelaskan bahwa secara umum setiap balita penerima memperoleh tiga kotak susu PKMK sesuai ketentuan program. Namun demikian, jumlah tersebut bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan gizi masing-masing anak.
“Pada prinsipnya susu PKMK diberikan tiga. Tetapi dalam kondisi tertentu, ada anak yang membutuhkan tambahan, sehingga bisa mendapatkan lima hingga sepuluh susu, tergantung hasil pemantauan dan kebutuhan gizinya,” ujarnya, Selasa (15/1/2026).
Ia menambahkan, penambahan jumlah susu dilakukan berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan setelah melalui proses penilaian status gizi dan kondisi kesehatan anak. Hal ini bertujuan agar intervensi yang diberikan tepat sasaran serta memberikan dampak optimal terhadap tumbuh kembang balita.
Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara seragam karena setiap anak memiliki kondisi yang berbeda.
Oleh sebab itu, peran aktif petugas kesehatan di lapangan sangat diperlukan, mulai dari pemantauan pertumbuhan hingga evaluasi berkala terhadap efektivitas intervensi gizi yang diberikan.
Melalui program pemberian susu PKMK yang terukur dan berkelanjutan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk berharap angka stunting di wilayahnya dapat terus ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan masa depan anak-anak Nganjuk. (tik)


