NGANJUK, expressimedia.com – Kapolsek Sawahan, AKP Hanum Ayu Danastri, turut menghadiri dan mengikuti rangkaian Tradisi Tutup Punden di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, menjelang bulan suci Ramadhan.
Kehadiran Kapolsek dalam ritual sakral di makam leluhur Ki Ageng Aliman tersebut menjadi bentuk dukungan aparat kepolisian terhadap pelestarian budaya dan tradisi masyarakat setempat.
Prosesi diawali dengan arak-arakan warga menuju lokasi punden. Para peserta menaiki 91 anak tangga sebelum melaksanakan tahlil dan doa bersama. Ritual kemudian dilanjutkan dengan prosesi penguncian makam oleh juru kunci sebagai simbol penyucian diri dan permohonan keselamatan menjelang Ramadhan. Makam akan kembali dibuka setelah Salat Idul Fitri pada 1 Syawal.
Selain Kapolsek Sawahan, kegiatan ini juga dihadiri Camat Sawahan, Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngliman, serta Ketua Lembaga Adat Desa Ngliman.
Sekretaris Desa Ngliman, Agus Ferdi, menyampaikan bahwa Tradisi Tutup Punden merupakan bentuk nguri-uri budaya Jawa sekaligus penghormatan masyarakat terhadap leluhur desa.
“Atas nama Pemerintah Desa Ngliman, kegiatan ini adalah bentuk pelestarian budaya dan penghormatan kepada leluhur. Harapannya, tradisi ini dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda agar warisan budaya tidak terputus,” ujarnya.
Tradisi Tutup Punden bukan hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat serta menjaga harmoni sosial di wilayah Kecamatan Sawahan.
Desa Ngliman sendiri dikenal memiliki rangkaian tradisi adat lainnya, seperti Buka Punden yang dilaksanakan setiap 10 Dzulhijjah serta Jamasan Pusaka sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.


