Nganjuk, expressimedia.com – Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan potensinya sebagai daerah penopang ketahanan pangan nasional melalui Panen Raya Kedelai yang digelar di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kamis (14/5/2026). Produktivitas kedelai di wilayah tersebut berhasil mencatat peningkatan signifikan, dari rata-rata 2,04 ton menjadi 3,5 ton per hektar.
Keberhasilan ini mendapat perhatian langsung dari sejumlah pejabat nasional, di antaranya Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Panglima TNI Agus Subiyanto yang hadir menyaksikan panen raya tersebut.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk di bawah kepemimpinan Bupati Kang Marhaen dan Wakil Bupati Mas Handy dinilai berhasil membangun kolaborasi strategis bersama berbagai pihak dalam meningkatkan produksi kedelai. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Nganjuk sebagai salah satu daerah percontohan swasembada pangan nasional.
Keberhasilan panen raya ini merupakan kelanjutan dari program Gerakan Tanam Kedelai Bersama yang dimulai sejak Maret lalu. Varietas unggul Grobogan yang digunakan berasal dari bantuan benih Kodaeral V TNI Angkatan Laut dengan dukungan dari Kantor Staf Presiden (KSP).
Penanaman dilakukan langsung bersama petani oleh Kang Marhaen dan Mas Handy beberapa bulan sebelumnya.
Sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran TNI dinilai menjadi langkah konkret dalam mendukung pengurangan impor kedelai nasional yang selama ini membebani negara hingga puluhan triliun rupiah. Selain itu, optimalisasi lahan pertanian di daerah juga dianggap mampu menjadi fondasi penting menuju kemandirian pangan nasional.
Menteri Pertanian memberikan apresiasi atas kontribusi Kabupaten Nganjuk dalam mendukung peningkatan stok pangan nasional. Sementara itu, Kang Marhaen menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Pemkab Nganjuk untuk terus mendorong modernisasi pertanian, termasuk penguatan digitalisasi sektor pertanian dan transformasi petani lokal menjadi “Petani Pengusaha” yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Panen raya kedelai di Wilangan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan petani mampu menghasilkan kemajuan nyata di sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia. (tika/red)


