NGANJUK, expressimedia.com – Dugaan aksi pembegalan di Jalan Dusun Keduk, Desa Kebon Agung, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, membuat warga resah. Meski belum ada laporan resmi dari korban, aparat kepolisian tetap bergerak cepat dengan melakukan penyisiran lokasi dan meningkatkan patroli malam.
Kapolsek Sawahan, Hanum Ayu Danastri, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut.
“Belum ada laporan terkait peristiwa tersebut,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Meski demikian, informasi kejadian sudah terlanjur menyebar luas di masyarakat. Menyikapi hal itu, personel Polsek Sawahan langsung diterjunkan untuk melakukan penelusuran di lokasi kejadian bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.
“Setelah kejadian, anggota kami sudah menyisir tempat kejadian bersama perangkat dan tokoh masyarakat,” tambahnya.
Ia menegaskan, patroli di wilayah rawan sebenarnya telah rutin dilakukan. Namun, pascakejadian ini, intensitas patroli khususnya pada malam hari akan semakin ditingkatkan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Baik sebelum maupun sesudah kejadian, kami selalu melaksanakan patroli malam. Namun ke depan akan kami intensifkan sebagai langkah cipta kondisi,” jelasnya.
Korban Sempat Dikepung dan Diserang Sajam
Peristiwa menegangkan itu dialami Agus Siswanto (46), warga Desa Kebon Agung, pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Saat itu, Agus tengah dalam perjalanan pulang usai lembur kerja dari wilayah Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk. Namun setibanya di Jalan Dusun Keduk, ia tiba-tiba diadang empat orang pelaku, dua di antaranya membawa senjata tajam jenis celurit.
“Setibanya di lokasi, saya diadang empat pelaku. Dua di antaranya bawa celurit,” ungkap Agus.
Kondisi jalan yang sepi, minim penerangan, serta dikelilingi pepohonan rimbun membuat situasi semakin mencekam. Meski demikian, Agus memilih melawan.
Ia nekat menabrakkan sepeda motornya ke salah satu pelaku hingga terjatuh. Namun, pelaku lain langsung menyerang menggunakan senjata tajam yang mengarah ke leher korban. Beruntung, serangan tersebut berhasil dihindari.
Tak berhenti di situ, Agus juga sempat melayangkan pukulan ke arah pelaku. Namun karena kalah jumlah, ia akhirnya mengalami luka di bagian pipi akibat pukulan.
Dalam kondisi terdesak, Agus berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar sejumlah pemuda yang berada di warung sekitar lokasi.
“Para pemuda datang menolong saya. Melihat itu, pelaku langsung kabur,” jelasnya.
Para pelaku melarikan diri menggunakan dua sepeda motor Honda Vario berwarna hitam tanpa pelat nomor, dengan wajah tertutup kain.
Lokasi Disebut Rawan
Berdasarkan informasi warga, lokasi kejadian memang dikenal rawan. Sebelumnya, sudah beberapa kali terjadi kasus serupa, termasuk yang pernah dialami seorang bidan desa.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengalami atau mengetahui tindak kriminal, agar penanganan dapat dilakukan secara maksimal.
Dengan peningkatan patroli dan keterlibatan masyarakat, diharapkan situasi keamanan di wilayah Sawahan tetap kondusif dan kejadian serupa tidak terulang.


