Kunci Pertanian Berkelanjutan Dimulai dari Kelembagaan, Mannennungeng Hadirkan Duta Petani Milenial di Bone

BONE SULSEL, expressimedia.com – Keberlanjutan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh produktivitas lahan atau adopsi teknologi, tetapi juga oleh kapasitas kelembagaan yang mampu menggerakkan petani secara kolektif. Kesadaran itulah yang melandasi penyelenggaraan Sikola P4S, sebuah ruang pembelajaran yang menghadirkan praktik terbaik pengelolaan kelembagaan petani melalui program Mannennungeng: Smart Hydro Loop di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone.

Puluhan petani, pengurus P4S Lamellong, ketua kelompok tani, dan perangkat desa mengikuti pelatihan yang digelar pada Senin (3/8/2026) di Balai Desa Kajaolaliddong. Tidak sekadar menerima materi, peserta diajak memahami bagaimana sebuah Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) dapat berkembang menjadi pusat edukasi, inkubasi usaha, hingga pengembangan inovasi pertanian yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

Untuk menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata, Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin menghadirkan Abdul Rahman, pengelola P4S Merapi Kabupaten Jeneponto sekaligus Duta Petani Milenial (DPM) yang dikukuhkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kiprahnya dikenal luas setelah berhasil mengembangkan kawasan hortikultura seluas 35 hektare di Kecamatan Rumbia, memperluas akses pasar hingga ekspor ke Jepang, menggagas program Genta Organik, serta membawa P4S Merapi menjadi pusat magang bersertifikat nasional dan tujuan studi lapangan berbagai perguruan tinggi.

Berbagi pengalaman di hadapan peserta, Abdul Rahman menekankan bahwa kekuatan utama P4S bukan hanya terletak pada aktivitas pelatihannya, melainkan pada kemampuannya membangun ekosistem pembelajaran yang mampu melahirkan petani mandiri dan berdaya saing. “P4S bukan sekadar lembaga pelatihan, tetapi motor penggerak transformasi petani dari pola konvensional menuju pertanian modern yang berkelanjutan. Konsep Petani Mandiri Indonesia adalah visi besar yang harus diwujudkan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, dan akses terhadap teknologi serta pasar,” ujarnya.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., mengatakan bahwa pengalaman Abdul Rahman dipilih karena menunjukkan bagaimana kelembagaan petani dapat menjadi pengungkit perubahan apabila dikelola secara profesional. Menurutnya, penguatan kelembagaan merupakan salah satu fokus utama program Mannennungeng agar manfaat program tetap dirasakan masyarakat setelah masa pendampingan berakhir. “Pak AR adalah contoh nyata bahwa petani Indonesia bisa go internasional. Kami ingin P4S Lamellong terinspirasi untuk mencapai hal serupa, sehingga program Mannennungeng tidak hanya berhenti pada teknologi, tetapi juga membangun kelembagaan yang kuat,” ujarnya.

Bagi Ketua P4S Lamellong, Burhanuddin, S.P., pelatihan tersebut menjadi titik awal dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih terarah. Ia menilai pengalaman yang dibagikan memberikan gambaran konkret mengenai langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk mengembangkan P4S secara profesional. “Selama ini kami mengelola P4S seadanya. Sekarang kami punya gambaran jelas: P4S yang profesional dan berdampak. Ini adalah titik balik bagi kami. Program Sikola P4S ini benar-benar membuka mata kami tentang pentingnya kelembagaan yang kuat,” ujarnya.

Dukungan terhadap penguatan kelembagaan juga disampaikan Kepala Desa Kajaolaliddong, Muh. Yunus. Ia menilai keberadaan P4S yang kuat akan menjadi aset penting dalam mendorong pembangunan pertanian desa secara berkelanjutan. “Penguatan kelembagaan petani sangat penting untuk memastikan program-program pemberdayaan berjalan berkelanjutan. Pemerintah desa akan terus mendukung pengembangan P4S Lamellong sebagai pusat edukasi pertanian di desa kami,” tegasnya.

Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menambahkan bahwa Sikola P4S merupakan bagian dari strategi organisasi dalam membangun ekosistem pertanian berbasis kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Ia berharap P4S Lamellong mampu berkembang menjadi pusat pembelajaran sekaligus simpul penyebarluasan inovasi pertanian cerdas di Kabupaten Bone.

Melalui program Mannennungeng, penguatan kelembagaan ditempatkan sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan pertanian desa. Dengan mempertemukan petani bersama praktisi yang telah membuktikan keberhasilannya, P4S Lamellong diharapkan tumbuh menjadi model pusat pembelajaran pertanian yang mandiri, inovatif, dan mampu direplikasi di berbagai wilayah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *